MALANG – Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (MCEBI PTMA) resmi menyelenggarakan Studentpreneur Bootcamp 2026 di Kota Malang pada 17–19 Juli 2026. Kegiatan yang berpusat di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Taman Rekreasi Sengkaling ini mengusung tema besar “Entrepreneurial Mindset & Business Networking, Strategi Mengelola Bisnis Berkelanjutan” sebagai langkah strategis mencetak wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing global.
Ruh dan Arah Kegiatan: Mewujudkan “Muslimtechnopreneur”
Ruh utama dari Studentpreneur Bootcamp dan MCEBI secara keseluruhan adalah visi “Becoming Muslimtechnopreneur”. Visi ini bertujuan membangun jaringan inkubator wirausaha yang tidak hanya visioner dan produktif, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai Islami. MCEBI berkomitmen mendampingi anggota dalam inkubasi bisnis, membangun jaringan intrapreneurship, serta menciptakan pasar bersama untuk kemajuan ekonomi nasional.
Ketua MCEBI, Dr. Endang Rudiatin, M.Si., menekankan bahwa program ini membekali peserta dengan keterampilan hidup (life skills) agar responsif terhadap dinamika dunia usaha. “Kegiatan ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan sense of business, yang bukan hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga tanpa merusak lingkungan dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat,” ujar Endang.
Menanamkan “Entrepreneurial Mindset” dan Kemandirian
Arah strategis MCEBI fokus pada pembentukan mentalitas pengusaha yang tangguh dan etis. Hal ini sejalan dengan pesan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam kuliah umumnya yang memotivasi mahasiswa agar tidak takut rugi dan berani mandiri untuk membiayai kuliah sendiri melalui usaha nyata.
Endang Rudiatin mengutip filosofi bahwa pengusaha sejati tidak boleh memiliki mentalitas “meminta” bantuan lewat proposal, melainkan harus bekerja keras menghasilkan dana. Penanaman mindset ini bertujuan melahirkan lulusan yang handal, sukses, dan tetap memegang teguh etika serta nilai profesionalisme dalam berbisnis.
Strategi Bisnis Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal
Salah satu poin penting dalam strategi bisnis berkelanjutan yang diusung MCEBI adalah hilirisasi produk inovasi berbasis potensi lokal. Dari empat kali penyelenggaraan bootcamp, MCEBI menemukan tren positif di mana mahasiswa mulai beralih dari bahan baku impor ke bahan lokal seperti ubi ungu dan jagung guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Selain itu, aspek keberlanjutan diperkuat dengan edukasi mengenai sertifikasi halal dan konsep halal-thayyib. Endang menjelaskan bahwa nilai tambah bisnis saat ini terletak pada produk yang sehat, aman, berkualitas, dan diproduksi secara bertanggung jawab. “Perempuan memiliki kelebihan dalam membangun bisnis berbasis halal dan thayyib karena mereka cenderung lebih peduli terhadap aspek keamanan dan kualitas produk,” tambahnya.
Penguatan Ekosistem dan “Business Networking”
MCEBI juga berupaya membangun ekosistem wirausaha yang lebih fungsional dan terintegrasi lintas disiplin ilmu. Hal ini ditandai dengan penyerahan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Kewirausahaan kepada Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah untuk standarisasi pembinaan di seluruh PTMA.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, MCEBI memfasilitasi program business matching bagi peserta terbaik. Fasilitas ini mempertemukan mahasiswa secara langsung dengan jaringan pengusaha besar dan investor. Menurut Endang, langkah konkret ini sangat krusial untuk menjamin keberlanjutan dan pendanaan bisnis nyata di masa depan bagi para studentpreneur Muhammadiyah.
